REMBUG KTNA KABUPATEN PULANG PISAU TAHUN 2019

Kegiatan Rembug Paripurna KTNA ini dilaksanakan di aula Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau, yang di buka oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau (Bpk drh. M Taufiq), di hadiri oleh Ketua KTNA Provinsi kalimantan Tengah (Bpk Sugianoor), Sekretaris KTNA Provinsi (Bpk Budi Cahyono), pengurus KTNA Kabupaten Pulang Pisau, Pengurus KTNA Kecamatan se kab Pulang Pisau serta Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Se Kabupaten Pulang Pisau.

Dalam sambutannya Sekretaris Dinas Pertanian drh. M Taufiq menuturkan bahwa kelembagaan KTNA sebagai Mitra kerja pemerintah melalui Dinas Pertanian di tingkat kabupaten, “saya berharap nantinya, Rembug KTNA ini yang dihadiri oleh pengurus di tingkat Kabupaten dan kecamatan, juga undangan khusus KTNA Propvinsi sebagai pelaku utama Pembangunan Pertanian, maka pertemuan Rembug ini dapat merumuskan dan juga memberi masukan kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau” Tutur drh. M Taufiq

Sidang Pleno dipimpin oleh Bpk Tumiran Jali (ahli andalan), dalam sidang pleno tersebut menghasilkan keputusan terpilih secara aklamasi adalah Bpk Thomas Menteng Johanes, S.Pi sebagai ketua Kelompok KTNA Kabupaten Pulang Pisau Periode 2019-2024.


Pengurus KTNA terdiri dari komunitas petani dan Nelayan yang terpilih untuk mewakili daerah yang memiliki kualifikasi dan komponen dibidangnya masing – masing serta memiliki karakter sebagai pioner dalam Pembangunan Ekonomi Nasional khususnya di bidang Agribisnis.
Kedepan KTNA diharapkan bisa lebih berperan penting untuk mendorong kelompok-kelompok tani agar mampu lebih berdaya saing.(Kusno Wahyudi, S.Pt)


MENUJU PERTANIAN SEMI ORGANIK

Pertanian semi organik adalah pertanian yang dalam pengolahan tanah dan budi daya tanamannya lebih banyak menggunakan pupuk dan pestisida dari bahan organik dibandingkan penggunaan pupuk dan pestisida berbahan kimia. Pertanian semi organik merupakan jembatan menuju ke pertanian organik murni. Pertanian organik adalah pertanian yang ramah lingkungan karena menekankan kepada kelestarian dan keseimbangan alam.

Akibat dari penggunaan pupuk kimia yang terus menerus atau berlebihan sehingga menyebabkan tanah menjadi semakin kurus dan hama semakin banyak. Ditambah lagi ketergantungan pelaku usaha pada racun hama atau pestisida semakin tinggi berdampak sangat buruk terhadap kesehatan masyarakat. Atas dasar kesadaran ini, maka pemerintah dan sebagian besar pelaku yang berkecimpung didunia pertanian gencar mengkampanyekan agar sistem pertanian kita saat ini harus berganti kepada sietem pertanian organik. Karena menjalankan pertanian organik pada dasarnya kita kembali kepada sistim pertanian nenek moyang kita dahulu. Dan untuk menuju kesana jembatan yang harus kita seberangi adalah melakukan budi daya secara semi organik dulu.

Pada tahun 2018 ini Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Dinas Pertaniannya memfasilitasi Pemerintah Pusat dalam menyalurkan bantuan pupuk organik untuk mensukseskan program pertanian semi organik di Kecamatan Kahayan Kuala. Karena jatuh pada musim tanam asep, maka sejak bulan Pebruari 2018 Kepala BPP, Mantri Tani, PPL dan Babinsa bersama anggota dari PT. GLB sebagai produsen pupuk organik, saling bekerja sama bahu membahu memberikan penyuluhan kepada para petani untuk mensukseskan kegiatan ini. Berbagai demontrasi dilakukan agar petani semakin paham akan pentingnya pertanian organik, cara pengaplikasian pupuk dan juga cara-cara budi daya tanamannya.

Pupuk organik yang diberikan bantuannya kepada petani dari PT. GLB adalah Pupuk cair hayati Green Way dan pupuk padat Asam Humat. Adapun kegunaan dari pupuk Green way ini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan akar, batang, bunga dan buah serta mencegah serangan hama dan penyakit. Sedangkan Asam Humat berguna untuk meningkatkan Ph lahan asam, memberikan pasokan bahan organik di dalam tanah, memperbaiki struktur tanah, mengoptimalkan penyerapan nutrisi dan menjaga kelembaban tanah, mengikat dan mengedapkan polutan seperti logam berat di dalam tanah.

Setelah diadakan penelitian oleh anggota ahli dari PT. GLB terhadap kondisi tanah di Kahayan Kuala, maka dosis dan cara aplikasi yang dianjurkan untuk tanaman padi adalah 8 kg pupuk padat Asam Humat dicampur dengan 4 liter pupuk hayati Green Way disemprotkan merata ke 1 ha lahan pada tahap pengolahan tanah atau 10 hari sebelum tanam, sasarannya adalah tanah. Untuk pengaplikasian kedua, cukup 4 liter/ha Pupuk Green Way di semprotkan pada tanaman 30-45 HST. Pengaplikasian ketiga atau terakhir dilakukan pada fase tanaman padi sudah bunting atau keluar malai, yakni 4 liter Pupuk Hayati Green Way + 1 liter Pupuk Hayati Biotriba.

Sambutan Suka Cita Dari Para Petani

Setelah petani diberikan penyuluhan, pelatihan dan menerapkan system pertanian semi organik di lahan mereka hasilnya sungguh sangat memuaskan. Banyak diantara mereka yang memberikan apresiasi positif ketika kami wawancara.

Pak Irianto selaku ketua kelompok tani Sama Auh, Desa Bahaur Tengah menyebutkan bahwa dengan menerapkan sistem pertanian semi organik tanaman padi nampak lebih subur, pertumbuhannya merata, kurangnya serangan hama serta malai yang terisi penuh atau berisi. Adapun Haji Samsudin sebagi ketua Kelompok Sinar Maju menambahkan dengan menggunakan pupuk organik anakan padi jauh lebih banyak begitu juga hasil panen, yang biasanya tanaman padi lokal beliau hanya menghasilkan gabah 6 blek perborong kini sudah mencapai 12 blek perborong. Pak Iwan Effendi dari Desa Batu Raya dan Pak Khairullah dari Desa Papuyu III menambahkan, dengan menggunakan pesnab buatan sendiri hasil dari pelatihan yang mereka aplikasikan dapat mencegah hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman padi mereka.

Untuk kedepannya para petani berharap agar pemerintah dapat memberikan bantuan lagi untuk menunjang usahatani mereka seperti rehabilitasi saluran irigasi atau tata air mikro, alat-alat pertanian seperti mesin perontok padi dan handtraktor. Mereka mengharapkan program pemerintah kali ini akan terus berlanjut dengan program-program lainnya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas usahatani mereka.

 

Informasi disampaikan oleh: Primadona, SP

PPL Desa Bahaur Tengah, Kecamatan Kahayan Kuala

Kabupaten Pulang Pisau

 

Sosialisasi Peremajaan Tanaman Kelapa Sawit Pekebun Tahun 2018

Sosialisasi Peremajaan Tanaman Kelapa Sawit Pekebun Tahun 2018 dilaksanakan di Aula Wisma Pemda (Kantor Bupati Lama) jl. Oberlin Metar No 07 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau.tujuan di selenggarakannya kegiatan ini adalah agar dalam pelaksanaan program peremajaan semua pihak berpegang teguh dengan ketentuan-ketentuan yang dipersyaratkan baik teknis maupun administrasi sehingga dalam pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan benar.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Pj. Bupati Pulang Pisau                           Ir. Hj. Sunarti, MM, juga di hadiri pejabat lainnya di antaranya adalah Ir. Suharyoso, M.P selaku Kepala UPT Balai Perlindungan Perkebunan dan Pengawasan Benih (BP3B) Dinas Perkebunan provinsi Kalimantan Tengah, Asisten II Setda Kabupaten Pulang Pisau Ir. Tiswanda dan  Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau Ir. Slamet Untung Riyanto.

Peserta Sosialisasi Peremajaan Tanaman Kelapa Sawit Pekebun Tahun 2018 adalah Camat SeKabupaten Pulang Pisau, Kepala BPP/BP3K se Pulang Pisau, petugas pendamping, kepala desa dan kelompok tani calon penerima manfaat.

Perkembangan tanaman kelapa sawit rakyat di Kabupaten Pulang Pisau beberapa tahun terakhir ini cukup signifikan dimana data pada tahun 2017 terdapat seluas 4.163 Ha, bertambah 1.210 ha di bandingkan tahun sebelumnya seluas 2.953 Ha dengan produksi 4.499 ton (CPO). namun juga terdapat beberapa masalah yang di alami pekebun diantaranya tanaman sawit yang tidak berbuah dan produksinya rendah.

Sesuai daur umur teknis tanaman kelapa sawit setelah berumur 25 tahun perlu diremajakan,. selain itu, tanaman swadaya yang menggunakan benih tidak unggul (illegitim) meskipun belum berumur 25 tahun dengan produksi kurang dari 10 ton/ha/tahun juga perlu diremajakan.

Penerima manfaat peremajaan kelapa sawit pekebun pada tahun 2017 adalah 3 kabupaten salah satunya kabupaten Pulang Pisau yaitu 2 kelompok tani di Kecamatan Kahayan Hilir, 1 gapoktan di Kecamatan Maliku dan 1 Koperasi di Kecamatan Sebangau Kuala, sedangkan pada tahun 2018 ini untuk kabupaten Pulang pisau yang memasukkan proposalnya ada 19 kelompok yang saat ini masih dalam tahap verifikasi.

Penggunaan dana peremajaan kelapa sawit melalui Badan Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) diberikan untuk (a). Biaya penanaman, pemeliharaan dan kegiatan untuk mendukung keberhasilan peremajaan, (b). biaya untuk mendukung kegiatan penyaluran dana peremajaan perkebunan kelapa sawit. (kusno)

Pertemuan Rutin Penyuluh Pertanian

Pertemuan rutin yang di laksanakan oleh penyuluh pertanian dilapangan merupakan pertemuan yang dilaksanakan setiap 2 mingguan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) untuk membahas kemajuan kegiatan penyuluhan, serta permasalahan – permasalahan yang di hadapi di lapangan. selain itu juga saling bertukar pengetahuan dan inovasi terbaru. dalam pertemuan rutin ini juga sering dihadiri oleh berbagai pihak yang mendukung pertanian.(kusno)

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!