MENUJU PERTANIAN SEMI ORGANIK

Pertanian semi organik adalah pertanian yang dalam pengolahan tanah dan budi daya tanamannya lebih banyak menggunakan pupuk dan pestisida dari bahan organik dibandingkan penggunaan pupuk dan pestisida berbahan kimia. Pertanian semi organik merupakan jembatan menuju ke pertanian organik murni. Pertanian organik adalah pertanian yang ramah lingkungan karena menekankan kepada kelestarian dan keseimbangan alam.

Akibat dari penggunaan pupuk kimia yang terus menerus atau berlebihan sehingga menyebabkan tanah menjadi semakin kurus dan hama semakin banyak. Ditambah lagi ketergantungan pelaku usaha pada racun hama atau pestisida semakin tinggi berdampak sangat buruk terhadap kesehatan masyarakat. Atas dasar kesadaran ini, maka pemerintah dan sebagian besar pelaku yang berkecimpung didunia pertanian gencar mengkampanyekan agar sistem pertanian kita saat ini harus berganti kepada sietem pertanian organik. Karena menjalankan pertanian organik pada dasarnya kita kembali kepada sistim pertanian nenek moyang kita dahulu. Dan untuk menuju kesana jembatan yang harus kita seberangi adalah melakukan budi daya secara semi organik dulu.

Pada tahun 2018 ini Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Dinas Pertaniannya memfasilitasi Pemerintah Pusat dalam menyalurkan bantuan pupuk organik untuk mensukseskan program pertanian semi organik di Kecamatan Kahayan Kuala. Karena jatuh pada musim tanam asep, maka sejak bulan Pebruari 2018 Kepala BPP, Mantri Tani, PPL dan Babinsa bersama anggota dari PT. GLB sebagai produsen pupuk organik, saling bekerja sama bahu membahu memberikan penyuluhan kepada para petani untuk mensukseskan kegiatan ini. Berbagai demontrasi dilakukan agar petani semakin paham akan pentingnya pertanian organik, cara pengaplikasian pupuk dan juga cara-cara budi daya tanamannya.

Pupuk organik yang diberikan bantuannya kepada petani dari PT. GLB adalah Pupuk cair hayati Green Way dan pupuk padat Asam Humat. Adapun kegunaan dari pupuk Green way ini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan akar, batang, bunga dan buah serta mencegah serangan hama dan penyakit. Sedangkan Asam Humat berguna untuk meningkatkan Ph lahan asam, memberikan pasokan bahan organik di dalam tanah, memperbaiki struktur tanah, mengoptimalkan penyerapan nutrisi dan menjaga kelembaban tanah, mengikat dan mengedapkan polutan seperti logam berat di dalam tanah.

Setelah diadakan penelitian oleh anggota ahli dari PT. GLB terhadap kondisi tanah di Kahayan Kuala, maka dosis dan cara aplikasi yang dianjurkan untuk tanaman padi adalah 8 kg pupuk padat Asam Humat dicampur dengan 4 liter pupuk hayati Green Way disemprotkan merata ke 1 ha lahan pada tahap pengolahan tanah atau 10 hari sebelum tanam, sasarannya adalah tanah. Untuk pengaplikasian kedua, cukup 4 liter/ha Pupuk Green Way di semprotkan pada tanaman 30-45 HST. Pengaplikasian ketiga atau terakhir dilakukan pada fase tanaman padi sudah bunting atau keluar malai, yakni 4 liter Pupuk Hayati Green Way + 1 liter Pupuk Hayati Biotriba.

Sambutan Suka Cita Dari Para Petani

Setelah petani diberikan penyuluhan, pelatihan dan menerapkan system pertanian semi organik di lahan mereka hasilnya sungguh sangat memuaskan. Banyak diantara mereka yang memberikan apresiasi positif ketika kami wawancara.

Pak Irianto selaku ketua kelompok tani Sama Auh, Desa Bahaur Tengah menyebutkan bahwa dengan menerapkan sistem pertanian semi organik tanaman padi nampak lebih subur, pertumbuhannya merata, kurangnya serangan hama serta malai yang terisi penuh atau berisi. Adapun Haji Samsudin sebagi ketua Kelompok Sinar Maju menambahkan dengan menggunakan pupuk organik anakan padi jauh lebih banyak begitu juga hasil panen, yang biasanya tanaman padi lokal beliau hanya menghasilkan gabah 6 blek perborong kini sudah mencapai 12 blek perborong. Pak Iwan Effendi dari Desa Batu Raya dan Pak Khairullah dari Desa Papuyu III menambahkan, dengan menggunakan pesnab buatan sendiri hasil dari pelatihan yang mereka aplikasikan dapat mencegah hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman padi mereka.

Untuk kedepannya para petani berharap agar pemerintah dapat memberikan bantuan lagi untuk menunjang usahatani mereka seperti rehabilitasi saluran irigasi atau tata air mikro, alat-alat pertanian seperti mesin perontok padi dan handtraktor. Mereka mengharapkan program pemerintah kali ini akan terus berlanjut dengan program-program lainnya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas usahatani mereka.

 

Informasi disampaikan oleh: Primadona, SP

PPL Desa Bahaur Tengah, Kecamatan Kahayan Kuala

Kabupaten Pulang Pisau

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *